🌊 Para Tokoh Pendiri Negara Kita Senantiasa Mendahulukan Kepentingan

Paratokoh pendiri negara kita senantiasa mendahulukan kepentingan? - 12418005 Saltama Saltama 27.09.2017 PPKn Sekolah Menengah Pertama Para tokoh pendiri negara kita senantiasa mendahulukan kepentingan? 2 Lihat jawaban Halini diwujudkan dengan mencintai tanah air dan mendahulukan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi atau golongan. Pancasila dirumuskan oleh beberapa orang yang disebut sebagai para pendiri negara. Tokoh-tokoh pendiri negara di antaranya adalah Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Muhammad Yamin, Mr. Soepomo, dan KH sidang Hal ini menunjukkan bahwa para tokoh pendiri negara kita senantiasa mendahulukan kepentingan negara dan bangsa daripada kepentingan pribadi/golongan. PPKn Kelas VII-1 SMP/MTs | 5 3. Melaksanakan hasil keputusan bersama Setelah semua pihak menerima hasil keputusan bersama, maka langkah selanjutnya adalah melaksanakan keputusan tersebut. Paratokoh pendiri negara kita senantiasa mendahulukan kepentingan . dan dari kepentingan pribadi - 710822 Paratokoh pendiri negara kita senantiasa Mendahulukan kepentingan - 7563155 adi523 adi523 26.09.2016 PPKn Sekolah Menengah Pertama terjawab Para tokoh pendiri negara kita senantiasa Mendahulukan kepentingan 2 Lihat jawaban Iklan Paratokoh pendiri negara kita senantiasa mendahulukan kepentingan? - 11482705 aben7 aben7 06.08.2017 PPKn Sekolah Menengah Pertama terjawab Para tokoh pendiri negara kita senantiasa mendahulukan kepentingan? 2 Lihat jawaban Iklan Paratokoh pendiri negara kita senantiasa mendahulukan kepentingan - 7627622 riantinuraisya riantinuraisya 29.09.2016 PPKn Sekolah Dasar terjawab Para tokoh pendiri negara kita senantiasa mendahulukan kepentingan 2 Lihat jawaban Halini menunjukkan bahwa para tokoh pendiri negara kita senantiasa mendahulukan kepentingan negara dan bangsa daripada kepentingan pribadi/golongan. Semua itu dilakukan demi kepentingan bangsa dan negara. Adapun sikap mendahulukan kepentingan umum itu perlu kita teladani diantaranya dengan: a. Ikut berpartisipasi dalam kerja bakti di Hasan dan lain-lain menyetujui untuk menghilangkan kalimat sila pertama dasar negara yang menjadi keberatan sebagian peserta sidang. Hal ini menunjukkan bahwa para tokoh pendiri negara kita senantiasa mendahulukan kepentingan negara dan bangsa daripada kepentingan pribadi/golongan. EAhM. Indonesia, negara kita yang kita cintai dan banggakan, tidak muncul begitu saja. Ada sejarah panjang yang mengiringi terbentuknya negara ini, dan dibalik sejarahnya, terdapat para tokoh pendiri yang begitu gigih memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Mereka bukan sekedar tokoh-tokoh biasa, namun mereka adalah orang-orang yang berani mempertaruhkan nyawa dan kebebasan mereka demi negara ini. Kepentingan Negara di Atas Segalanya Para tokoh pendiri negara kita memiliki nilai yang sangat kuat dalam memajukan Indonesia. Salah satu nilai tersebut adalah bahwa mereka senantiasa mendahulukan kepentingan negara di atas segalanya. Mereka sadar bahwa untuk membangun negara yang kuat dan maju, diperlukan kerja keras dan pengorbanan yang besar. Oleh karena itu, mereka rela mengorbankan waktu, tenaga, dan bahkan nyawa mereka demi kepentingan negara. Salah satu tokoh pendiri negara kita yang sangat menjunjung tinggi kepentingan negara adalah Bung Karno. Beliau sangat mengutamakan kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia di atas kepentingan pribadi ataupun golongan tertentu. Bung Karno juga selalu memperjuangkan kepentingan Indonesia di mata dunia internasional. Hal ini terbukti dengan banyaknya peran serta Indonesia dalam forum-forum internasional pada masa itu. Patriotisme dan Nasionalisme yang Tinggi Tokoh-tokoh pendiri negara Indonesia juga memiliki patriotisme dan nasionalisme yang sangat tinggi. Mereka memiliki tekad dan semangat yang kuat untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajah. Mereka tidak gentar menghadapi kesulitan dan tantangan yang dihadapi dalam perjuangan kemerdekaan. Salah satu contoh tokoh pendiri negara Indonesia yang memiliki patriotisme dan nasionalisme yang tinggi adalah Soekarni. Beliau merupakan salah satu tokoh pergerakan kemerdekaan yang sangat aktif dan gigih dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Soekarni juga dikenal sebagai tokoh yang sangat bersemangat dalam memperjuangkan ideologi nasionalisme dan merdeka. Kompromi dan Konsensus dalam Berpolitik Tokoh-tokoh pendiri negara Indonesia juga memiliki kemampuan untuk berpolitik dengan mengedepankan kompromi dan konsensus. Mereka tidak hanya berpikir untuk kepentingan pribadi atau golongan, namun mereka juga memperhatikan kepentingan bersama. Mereka selalu berusaha mencapai kesepakatan dengan cara yang damai dan menghindari konflik yang merugikan kepentingan negara. Salah satu contoh tokoh pendiri negara Indonesia yang memiliki kemampuan untuk berpolitik dengan mengedepankan kompromi dan konsensus adalah Mohammad Hatta. Beliau dikenal sebagai tokoh yang sangat cerdas dan bijaksana dalam berpolitik. Hatta juga memiliki kemampuan untuk membawa semua pihak untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan negara. Menghargai Perbedaan dan Kebhinekaan Tokoh-tokoh pendiri negara Indonesia juga memiliki sikap yang sangat menghargai perbedaan dan kebhinekaan. Mereka menyadari bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki beragam suku, agama, dan budaya. Oleh karena itu, mereka senantiasa memperjuangkan kebhinekaan Indonesia sebagai salah satu nilai yang harus dijaga dan dilestarikan. Salah satu tokoh pendiri negara Indonesia yang sangat menghargai perbedaan dan kebhinekaan adalah KH. Hasyim Asy’ari. Beliau merupakan salah satu tokoh Islam yang sangat menghargai perbedaan agama dan budaya di Indonesia. Hasyim Asy’ari juga dikenal sebagai tokoh yang sangat toleran dan menghormati perbedaan. Kesimpulan Para tokoh pendiri negara kita memiliki nilai-nilai yang sangat kuat dalam memajukan Indonesia. Mereka senantiasa mendahulukan kepentingan negara di atas segalanya, memiliki patriotisme dan nasionalisme yang tinggi, mampu berpolitik dengan mengedepankan kompromi dan konsensus, serta sangat menghargai perbedaan dan kebhinekaan. Mereka adalah teladan bagi kita semua untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut dalam memajukan Indonesia. C. Semangat Pendiri Negara dalam Merumuskan dan Menetapkan Pancasila sebagai Dasar Negara 1. Nilai Semangat Pendiri Negara Sebelum kalian mempelajari tentang semangat kebangsaan para pendiri negara dalam perumusan dan penetapan Pancasila, telaah dan pelajari nilai semangat dalam diri sendiri dan orang lain. Semangat mengandung arti tekad dan dorongan hati yang kuat untuk menggapai keinginan atau hasrat tertentu. Para pendiri negara merupakan contoh yang baik dari orang-orang yang memiliki semangat yang kuat dalam membuat perubahan, yaitu perubahan dari negara terjajah menjadi Negara yang merdeka dan sejajar dengan negara-negara lain di dunia. Agar penghayatan kalian terhadap Pancasila lebih baik, lihatlah ruang kelas kalian! Apakah ada lambang negara Burung Garuda Pancasila, gambar Presiden dan Wakil Presiden? Apabila gambar tersebut belum ada, segera lengkapi gambar yang belum ada tersebut. Setelah melengkapinya, ceritakan perasaan kalian di depan kelas dan kalian harus terbuka mendapat tanggapan dari teman-temah kalian di kelas. halaman 16 ke 17 Perhatikan pernyataan-pernyataan pada paragraf berikut ini. Semangat kebangsaan harus tumbuh dan dipupuk oleh setiap warga negara Indonesia. Hal ini harus tumbuh dalam diri warga negara untuk mencintai dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. Seseorang yang memiliki rasa kebangsaaan Indonesia akan memiliki rasa bangga sebagai warga negara Indonesia. Kebanggaan sebagai bangsa dapat kita rasakan, misalnya ketika kalian mengikuti upacara bendera di sekolah. Kalian menyaksikan bendera berkibar dengan megahnya di lapangan sekolah kalian. Demikian juga ketika bendera Merah Putih berkibar dalam kejuaraan olahraga antar negara. Keberhasilan bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya, merupakan salah satu bukti cinta para pahlawan terhadap bangsa dan negara. Bukti cinta yang dilandasi semangat kebangsaan diwujudkan dengan pengorbanan jiwa dan raga segenap rakyat untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari penjajah. Semangat kebangsaan disebut juga sebagai nasionalisme dan patriotisme. Nasionalisme adalah suatu paham yang menganggap bahwa ke setiaan tertinggi atas setiap pribadi harus diserahkan kepada negara kebangsaan atau nation state. Ada dua jenis pengertian nasionalisme, yaitu nasionalisme dalam arti sempit dan nasionalisme dalam arti luas. Nasionalisme dalam arti Halaman 17-18 sempit disebut juga dengan nasionalisme negatif karena mengandung makna perasaan kebangsaan atau cinta terhadap bangsanya yang sangat tinggi dan berlebihan, serta memandang rendah terhadap bangsa lain. Faktor pembentuk nasionalisme antara lain sebagai berikut. a. Faktor objektif meliputi bahasa, warna kulit, kebudayaan, adat, agama, wilayah, kewarganegaraan dan ras. b. Faktor subjektif meliputi citacita, semangat, timbulnya kesadaran nasional untuk terwujudnya negara nasional Budi Juliardi, 201544. Nasionalisme dalam arti sempit disamakan dengan Chauvinisme. Hal ini pernah di praktikan oleh Jerman pada masa Hitler tahun 1934-1945. Ia menganggap Jerman di atas segala-galanya Deutschland Uber Alles in der Wetf. Setelah membaca uraian tersebut, carilah dari berbagai sumber, praktik nasionalisme dalam arti sempit dari berbagai negara. Kumpulkan hasil temuan kalian pada guru setelah kalian buatkan rangkumannya. Jenis nasionalisme yang kedua adalah nasionalisme dalam arti luas atau yang berarti positif. Nasionalisme dalam pengertian ini adalah perasaan cinta yang tinggi atau bangga terhadap tanah air dan tidak memandang rendah bangsa lain. Saat mengadakan hubungan dengan negara lain, selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara serta menghormati kedaulatan negara lain. Bagaimana, sudah pahamkah kalian? Sekarang mari kita bicarakan tentang patriotisme. Patriotisme berasal dari kata patria, yang artinya tanah air. Kata patria kemudian berubah menjadi kata patriot yang artinya seseorang yang mencintai tanah air. Oleh sebab itu patriotisme berarti semangat cinta tanah air atau sikap seseorang yang bersedia mengorbankan segala-galanya untuk mempertahankan bangsa-nya. Sikap ini muncul setelah lahirnya nasionalisme, namun antara nasionalisme dan patriotisme umumnya diartikan sama. Jiwa patriotisme telah tampak pada sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Hal itu antara lain diwujudkan dalam bentuk kerelaan para pahlawan bangsa untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan mengorbankan jiwa dan raga. Jiwa dan semangat bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan sering juga disebut sebagai ”jiwa dan semangat ’45”. Adapun hal-hal yang terkandung dalam jiwa dan semangat 45 diantaranya adalah sebagai berikut. Halaman 18-19 Pro Patria dan Primus Patrialis, artinya mencintai tanah air dan mendahulukan kepentingan tanah solidaritas dan kesetiakawanan dari semua lapisan masyarakat terhadap perjuangan toleransi atau tenggang rasa antaragama, antarsuku, antargolongan dan tanpa pamrih dan bertanggung ksatria dan kebesaran jiwa yang tidak mengandung balas dendam. Aktivitas Tugas kalian sekarang adalah mengidentifikasi semangat-semangat apalagi yang telah di tunjukkan oleh para pendiri negara. Makin banyak tokoh yang mampu kalian identifikasi bentuk semangatnya makin baik. Buatlah dalam bentuk karangan/tulisan menarik hasil dari identifikasi tersebut. Bandingkan hasil identifikasi kalian dengan teman. Kumpulkan pada guru tepat pada waktunya. Nasionalisme dan patriotisme dibutuhkan bangsa Indonesia untuk menjaga kelangsungan hidup dan kejayaan bangsa serta negara. Kejayaan sebagai bangsa dapat dicontohkan oleh seorang atlet yang berjuang dengan segenap jiwa dan raga untuk membela tanah airnya. Contoh lainnya adalah semangat yang dimiliki para pendiri negara dalam merumuskan Pancasila. Mereka memiliki semangat mendahulukan kepentingan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi ataupun golongan. Tabel Hal yang Diteladani dari Para Tokoh Pendiri Negara pendiri negara 1Ir. Soekarno• Jiwa dan semangat merdeka • Nasionalisme dan patriotisme • Idealisme kejuangan yang tinggi 2Mohammad Hatta 3Muhammad Yamin 4Soepomo 5KH. Wahid Hasjim Lengkapi tabel di atas dan kumpulkan pada guru kalian untuk dinilai. Komitmen para Pendiri Negara dalam Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Komitmen adalah sikap dan perilaku yang ditandai oleh rasa memiliki, memberikan perhatian, serta melakukan usaha untuk mewujudkan harapan dan cita-cita dengan sungguh-sungguh. Seseorang yang memiliki komitmen terhadap bangsa adalah orang yang akan mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadinya. Halaan 20-21 Para pendiri negara dalam perumusan Pancasila memiliki ciri-ciri komitmen pribadi sebagai berikut. Mengutamakan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme. Pendiri negara memiliki semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme yang tinggi. Hal ini diwujudkan dalam bentuk mencintai tanah air dan mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia. Para pendiri Negara dalam me rumus kan dasar negara Pancasila dilandasi oleh rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia. Oleh karena itu, nilai-nilai yang lahir dalam Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial adalah nilainilai yang berasal dan digali dari bangsa Indonesia. Halaman21-22Selalu bersemangat dalam berjuang. Para pendiri negara selalu bersemangat dalam memperjuangkan dan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia seperti Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, dan para pendiri negara lainnya yang mengalami cobaan dan tantangan perjungan yang luar biasa. Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta berkali-kali dipenjara oleh Belanda. Namun, dengan semangat perjuangannya para pendiri negara tetap bersemangat memperjuangkan kemerdekaan dan berupaya secara aktif dalam mmencapai cita-cita bangsa yaitu merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan pengorbanan pribadi, dengan cara menempatkan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi, serta mendukung keputusan yang menguntungkan bangsa dan negara. Para pendiri negara dalam merumuskan Pancasila memiliki ciri-ciri komitmen pribadi sebagai berikut. Mengutamakan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme. Adanya rasa memiliki terhadap bangsa bersemangat dalam berjuang. Mendukung dan berupaya secara aktif mencapai cita-cita bangsa. Melakukan pengorbanan pribadi. Sebagai siswa dan generasi muda, tentu kalian juga harus memiliki komitmen dalam berbangsa dan bernegara. Komitmen berbangsa dan bernegara bagi generasi muda salah satunya dengan menerima Pancasila sebagai dasar Negara yang dibentuk oleh para pendiri. Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah final. Final artinya, Pancasila telah menjadi kesepakatan nasional konsensus yang diterima secara luas oleh seluruh rakyat Indonesia. Konsensus Pancasila sebagai dasar negara, telah diperkuat dengan Ketetapan MPR Nomor XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR RI Nomor II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara. Pada pasal 1 isi ketetapan MPR tersebut yaitu ”Pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan UUD 1945 adalah dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara”. Halaman 22-23 Dasar negara Pancasila merupakan hasil kesepakatan bersama para pendiri bangsa yang dikenal dengan perjanjian luhur bangsa Indonesia. Pengertian Pancasila sebagai dasar negara terdapat dalam alinea keempat Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pengertian kata ”….dengan berdasar kepada….” secara yuridis memiliki makna sebagai dasar negara. Walaupun dalam kalimat terakhir Pembukaan UUD 1945 tidak tercantum kata ”Pancasila” secara eksplisit namun anak kalimat ”… dengan berdasar kepada …” ini memiliki makna dasar Negara adalah Pancasila. Hal ini didasarkan atas penafsiran historis sebagaimana ditentukan oleh BPUPKI bahwa dasar negara Indonesia itu disebut dengan istilah Pancasila. Kaelan, Pendidikan Pancasila, 2004 111. Penetapan Pancasila sebagai dasar negara oleh PPKI, dianggap sebagai penjelmaan kehendak seluruh rakyat Indonesia yang merdeka. Penetapan Pancasila dalam sidang PPKI pada dasarnya merupakan konsensus nasional semua golongan masyarakat Indonesia yang tergabung dalam keanggotaan PPKI. Hal itu karena anggota-anggota PPKI, berasal dari wakil-wakil masyarakat Indonesia yang telah bersepakat untuk membentuk sebuah bangsa dengan dasar Pancasila. Setelah membaca uraian tersebut, sekarang coba kalian diskusikan secara berkelompok tentang isi Tap MPR RI Nomor XVIII/MPR/1998 dan latar belakang dikeluarkannya Tap MPR tersebut. Paparkanlah hasil diskusi kalian di depan kelas untuk ditanggapi kelompok lain. Dasar negara Pancasila adalah ikatan yang membentuk negara Indonesia yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal itu dilakukan juga melalui proses pengambilan keputusan bersama secara demokratris berdasarkan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dengan menjunjung komitmen persatuan Indonesia, dengan berperilaku yang berkemanusiaan yang adil dan beradab yang semuanya berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. Menerima Pancasila sebagai dasar negara yang dibentuk oleh semangat konsensus para pendiri negara merupakan bagian dari tanggung jawab setiap warga negara Indoenesia. Setiap warga negara harus memiliki kesetiaan kepada dasar negara Pancasila dalam bentuk sikap dan perilaku nyata di kehidupan sehari-hari sebagai wujud tanggung jawab menghayati dan mengamalkan Pancasila. Menerima tanggung jawab untuk mempertahankan dasar negara Pancasila adalah tanda kesadaran dan rasa cinta tanah kita kepada bangsa dan negara Indonesia. Refleksi Setelah mempelajari, menggali, dan menghayati komitmen terhadap Pancasila sebagai dasar negara, ”apa pengetahuan yang diperoleh?”, ”apa manfaat pembelajaran ini?”, ”apa sikap yang patut diteladani dari para pendiri negara?”, dan ”apa tindak lanjut yang akan dilakukan?”. Ungkapkan atau tuliskan pendapat kalian dalam selembar kertas. Buatlah tulisan tersebut dengan lengkap dan menarik. Kumpulkan pada guru kalian tepat pada waktunya. Aktivitas Agar kalian lebih menghayati proses perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara, lakukan sosiodrama tentang sidang pertama BPUPKI dalam membahas dasar negara dan sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 saat menetapkan dasar negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Carilah informasi dari berbagai sumber, seperti buku Risalah Sidang BPUPKI atau sumber lain. Susun naskah sosiodrama berdasarkan informasi suasana sidang yang kalian peroleh. Sajikan sosiodrama di kelas dan ruang pertunjukkan apabila tersedia di sekolah kalian. Lakukan sosiodrama ini dengan sungguh-sungguh agar meresapi suasana kebatinan ketika terjadinya penetapan dasar Negara kita. Mintalah masukan dari teman-teman kalian sosiodrama yang telah kalian lakukan untuk perbaikan sosiodrama berikutnya. Halaman 23-24 Halaan 24-25 y~Y2+ akepentingan negara dan kepentingan bersamad "Hargailah orang yang benar-benar mencintaimu, dia berkorban bukan untuk mengemis cinta. Tapi, dia ingin menunjukkan betapa berharganya kamu dihatinya." You May Like These Posts f Penguapan air pada tumbuhan terjadi di daun pada bagian… Terjadi pada daun lewat jawaban terbaik Bagaimana hubungan antara iklim dengan keragaman sosial ? *minta bantuannya Kondisi iklim yang berbeda mengakibatkan adanya komunitas yangd buatlah frasa terdiri atas 3-4 kata yang berhubungan dengan mandiri pangan dan teknologi tepat guna , sekurang kurangnya sepuluhe Bagaimana ciri-ciri terjadinya hubungan sosial ? Jawabannya adalah >>> Adanya Pelaku/ Tokoh>>> Adanya Ruang/Tempat >>> Adanya Waktu>>> Adanya Tujuanh Apakah yg dimaksud dengan reaksioksidasi pada pengaratan logam ? Reaksi pengikatan oksigen yang membantu proses perkaratan c 0e Siapakah Sidharta Gautama ? Buddha Gautama dilahirkan dengan nama Siddhārtha Gautama Sanskerta Siddhattha Gotama; Pali “keturunan Gotama yang Join The Conversation No Comments

para tokoh pendiri negara kita senantiasa mendahulukan kepentingan